Sejumlah siswa harus mendapatkan penanganan medis setelah mengeluhkan gangguan kesehatan, Namun untuk sementara Dugaan keracunan tersebut belum di Ketahui pasti berasal dari makanan atau minuman yang tersedia.
Salah seorang keluarga siswa_Heri Setiawan Kakek Korban mengaku mendapat kabar bahwa cucunya masuk rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB.
Mendengar kabar tersebut, Heri segera menghubungi ibu korban untuk segera melihat kondisi Anaknya tersebut. Heri kemudian mendatangi rumah sakit dan mendapati cucunya Sedang dalam keadaan pusing serta terkulai lemas.
“Ketika saya sampai di sini, langsung saya lihat keadaan Cucu saya tampak lemas, Dan sekarang juga masih diinfus, Tegas Heri.
Heri mengatakan belum mengetahui secara pasti jenis makanan yang dibagikan kepada para siswa, namun berdasarkan informasi yang diterimanya, menu MBG yang disajikan terdiri atas makanan dan susu.
Setelah mengonsumsi makanan tersebut, para siswa dilaporkan mengalami mual dan muntah hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kondisi itu membuat Heri berharap Pemerintah memberikan Perhatian yang intensif terhadap pelaksanaan program MBG, terutama menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak di sekolah, ujar heri.
Ia bahkan meminta Pemerintah dapat untuk mempertimbangkan penghentian program makan bergizi gratis tersebut jika kejadian serupa terus berulang dan membahayakan para siswa.
“Jadi saran saya buat kepala SPPG atau Pemerintah, khususnya kepada Presiden, Kalau bisa ditutup saja Sebab sudah terlalu banyak Siswa/siswi yang mengalami insiden tersebut, Paparnya.
Hingga berita ini diterbitkan pihak-pihak terkait belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan atau klarifikasi resmi.(Abd)








0 Komentar